Belum Menemukan Jawaban ?
Yuk mulai chat di whatsapp dengan tim customer care kami
Tangerang, Banten - Pekerjaan rumah masih dimiliki oleh pelatih Persita, Luis Edmundo usai Pendekar Cisadane kalah 1-0 dari tim tamu Arema di lanjutan pekan ke-32 BRI Liga 1 musim 2022/23.
Salah satunya adalah masalah penyelesaian akhir, yang terlihat saat duel melawan Singo Edan di Indomilk Arena pada Sabtu (1/4) malam.
Persita memiliki banyak peluang di muka gawang lawan, namun tak ada yang bisa dikonversi menjadi sebuah gol. Justru Arema bisa memanfaatkan kelengahan pertahanan Persita lewat gol rebound dari titik putih pada menit ke-87.
Pelatih Luis Edmundo mengatakan bahwa para pemainnya sudah bekerja maksimal dalam laga ini. Meski pada akhirnya tidak bisa mencetak gol dan harus kehilangan poin.
“Pertandingan sangat sulit. Semua yang terjadi di lapangan sudah kita prediksi, kita memiliki banyak peluang. Sayang kita tidak bisa memanfaatkannya,” buka Coach Luis dalam sesi jumpa pers usai laga.
“Mereka juga memiliki beberapa peluang dan ada sedikit kesalahan kita. Kita mencoba untuk menyerang dari semua lini di lapangan. Namun akhirnya kita tidak bisa mencetak gol, dan lawan mendapat penalti yang menjadi perbedaan di pertandingan.”
“Tapi hari ini pemain berjuang sangat maksimal, karena kita sudah bermain di beberapa pertandingan secara berturut-turut. Waktu istirahat juga sedikit. Jadi saya harus berterima kasih kepada para pemain karena sudah bekerja.”
“Walaupun kita kalah hari ini kita sudah bekerja keras sampai akhir pertandingan dan itu yang kita inginkan. Jadi semua sangat penting,” paparnya.
Selain itu, Coach Luis juga mengomentari kinerja wasit yang beberapa kali membuat keputusan sarat kontroversi. Mulai dari bola advantage untuk Persita dan juga tambahan waktu yang sangat sedikit di pertandingan ini.
“Dalam beberapa pertandingan terakhir selalu banyak situasi yang dibuat oleh wasit dan itu aneh. Karena kalau kita melihat pergantian pemain, seharusnya injury time lima menit. Dan ditambah pemain lawan selalu jatuh, meminta masuk physio dari tim lawan. Jika kita lihat situasi itu minimal seharusnya tujuh-delapan menit,” ujar Coach Luis.
“Tapi tetap hanya ada waktu tiga menit, jadi disitu ada sesuatu yang aneh. Karena kalau kita lihat peraturan FIFA jika ada pergantian seharusnya minimal lima menit. Langsung secara otomatis.”
“Disini kita juga melihat pemain selalu jatuh. Banyak situasi yang tak bisa dijelaskan, karena wasit yang memutuskan. Harusnya wasit dievaluasi sama seperti pemain dan pelatih semuanya.
“Harusnya wasit dievaluasi kinerjanya, sangat aneh. Karena kalau kita lihat peraturan FIFA itu sangat jelas. Dan juga ada beberapa bola dan pelanggaran yang mungkin dikasih wasit, dan selalu membuat kita rugi,” pungkasnya.
Persita harus menelan kekalahan dan posisinya di urutan ke-9 tak berubah dengan raihan 44 poin.
Pada laga selanjutnya Arema akan tampil kembali di Indomilk Arena untuk menjamu Persib Bandung, pada hari Minggu (9/4).
Ruko Graha Boulevard Blok B No.20, Jalan Gading Serpong, Klp. Dua, 15810, Curug Sangereng, Kelapa Dua, Tangerang, Banten 15810, Indonesia
Info Kontak TentangProfessional Football Club based in Tangerang Regency. Playing in Liga 2 Indonesia.